ILMU KEBIDANAN

Kurikulum Nasional Berbasis Kompetensi Mengacu Pada KKNI

Kurikulum Nasional Berbasis Kompetensi Mengacu Pada KKNI

Admin Paluta | Sabtu, 04 Februari 2017 - 15:11:26 WIB | dibaca: 6371 pembaca

Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 Pasal 97 menyatakan bahwa kurikulum perguruan tinggi dikembangkan dan dilaksanakan berbasis kompetensi (KBK). Pernyataan ini telah menegaskan kembali Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, serta No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

Implementasi KBK seharusnya telah terlaksana di seluruh perguruan tinggi (PT) mulai akhir tahun 2002. Namun pada kenyataannya belum seluruh PT telah menerapkan KBK sesuai dengan Kepmendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002 karena berbagai kendala antara lain masih beragamnya pemahaman tentang makna KBK serta implementasinya dalam pembelajaran.

Dalam upaya melakukan kualifikasi terhadap lulusan perguruan tinggi di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Lampirannya yang menjadi acuan dalam penyusunan capaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional, juknis Perpres ini Permendikbud no. 73 Tahun 2013

Terbitnya Perpres No. 08 tahun 2012 dan UU PT No. 12 Tahun 2012  Pasal 29 ayat (1), (2), dan (3) telah berdampak pada kurikulum dan pengelolaannya di setiap program. Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Secara ringkas KKNI terdiri dari Sembilan level kualifikasi akademik SDM Indonesia.

Dengan adanya KKNI ini diharapkan akan mengubah cara melihat kompetensi seseorang, tidak lagi semata Ijazah tapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas (formal, non formal, atau in formal) yang akuntanbel dan transparan.

Pelaksanaan KKNI melalui 8 tahapan yaitu melalui penetapan Profil Kelulusan, Merumuskan Learning Outcomes, Merumuskan Kompetensi Bahan Kajian, Pemetaan LO Bahan Kajian, Pengemasan Matakuliah, Penyusunan Kerangka kurikulum, Penyusuan Rencana Perkuliahan.

Kompetensi adalah akumulasi kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatu deskripsi kerja secara terukur melalui asesmen yang terstruktur, mencakup aspek kemandirian dan tanggung jawab individu pada bidang kerjanya.

Capaian Pembelajaran (learning outcomes) merupakan internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.

 

Sumber : http://www.kopertis12.or.id/2013/04/28/kurikulum-nasional-berbasis-kompetensi-mengacu-pada-kkni.html


Video Terkait:










Komentar Via Website : 101
Karangan Bunga
13 November 2018 - 11:05:01 WIB
informasi ini sangat bagus sekali terimakasih telah berbagi, terus update
manfaat susu lifeline
19 November 2018 - 09:10:34 WIB
hebat postingannya, inspiratif banget√Ę‚ā¨¬¶
jual beli backlink
20 November 2018 - 00:14:01 WIB
selamat pagi wishnya semoga yang terbaik dan kebaikan selalu memihak aamiin
absensi siswa online
22 November 2018 - 00:23:42 WIB
Terimakasih atas beritanya pak, Saya Tunggu Berita yang barunya lagi
aqiqah jogja
24 November 2018 - 08:56:46 WIB
ditunggu update selanjutnya
absensi siswa php
25 November 2018 - 00:57:15 WIB
terima kasih infonya !!!
Jual Jaket Kulit Crows Denim
25 November 2018 - 01:18:56 WIB
informasi yang sangat mudah di pahami terimakasih admin
jual jaket kulit
25 November 2018 - 13:43:07 WIB
infonya sangat menarik bos
baju renang muslimah jumbo
25 November 2018 - 13:44:10 WIB
terimakasih sangat bermanfaat dan informatif
tool backlink
25 November 2018 - 14:43:50 WIB
Bagi bapak atau ibu admin web yang menyajikan banyak informasi ini,kami menunggu berita terbaru dari web yang ber kualitas ini


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)