ILMU KEBIDANAN

Kurikulum Nasional Berbasis Kompetensi Mengacu Pada KKNI

Kurikulum Nasional Berbasis Kompetensi Mengacu Pada KKNI

Admin Paluta | Sabtu, 04 Februari 2017 - 15:11:26 WIB | dibaca: 1156 pembaca

Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 Pasal 97 menyatakan bahwa kurikulum perguruan tinggi dikembangkan dan dilaksanakan berbasis kompetensi (KBK). Pernyataan ini telah menegaskan kembali Kepmendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, serta No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi.

Implementasi KBK seharusnya telah terlaksana di seluruh perguruan tinggi (PT) mulai akhir tahun 2002. Namun pada kenyataannya belum seluruh PT telah menerapkan KBK sesuai dengan Kepmendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002 karena berbagai kendala antara lain masih beragamnya pemahaman tentang makna KBK serta implementasinya dalam pembelajaran.

Dalam upaya melakukan kualifikasi terhadap lulusan perguruan tinggi di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 08 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Lampirannya yang menjadi acuan dalam penyusunan capaian pembelajaran lulusan dari setiap jenjang pendidikan secara nasional, juknis Perpres ini Permendikbud no. 73 Tahun 2013

Terbitnya Perpres No. 08 tahun 2012 dan UU PT No. 12 Tahun 2012  Pasal 29 ayat (1), (2), dan (3) telah berdampak pada kurikulum dan pengelolaannya di setiap program. Kurikulum yang pada awalnya mengacu pada pencapaian kompetensi menjadi mengacu pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Secara ringkas KKNI terdiri dari Sembilan level kualifikasi akademik SDM Indonesia.

Dengan adanya KKNI ini diharapkan akan mengubah cara melihat kompetensi seseorang, tidak lagi semata Ijazah tapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas (formal, non formal, atau in formal) yang akuntanbel dan transparan.

Pelaksanaan KKNI melalui 8 tahapan yaitu melalui penetapan Profil Kelulusan, Merumuskan Learning Outcomes, Merumuskan Kompetensi Bahan Kajian, Pemetaan LO Bahan Kajian, Pengemasan Matakuliah, Penyusunan Kerangka kurikulum, Penyusuan Rencana Perkuliahan.

Kompetensi adalah akumulasi kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatu deskripsi kerja secara terukur melalui asesmen yang terstruktur, mencakup aspek kemandirian dan tanggung jawab individu pada bidang kerjanya.

Capaian Pembelajaran (learning outcomes) merupakan internalisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kompetensi yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja.

 

Sumber : http://www.kopertis12.or.id/2013/04/28/kurikulum-nasional-berbasis-kompetensi-mengacu-pada-kkni.html


Video Terkait:










Komentar Via Website : 21
Pendaftaran PMB
02 Oktober 2018 - 21:29:53 WIB
terapkan dalam pembelajaran untuk mengetahui hasilnya. http://goo.gl/1SdTRN
source code toko buku
23 Oktober 2018 - 15:56:37 WIB
terimakasih atas informasinya
abc
24 Oktober 2018 - 11:01:29 WIB
informasi yang sangat mudah di pahami terimakasih admin
abc
24 Oktober 2018 - 11:38:53 WIB
informasi yang sangat mudah di pahami terimakasih admin
absensi karyawan
27 Oktober 2018 - 19:17:15 WIB
sering-sering update lagi artikelnya
pakar seo
03 November 2018 - 20:21:10 WIB
TQ sob atas infonya
yahoo
03 November 2018 - 21:29:52 WIB
saya berterimakasih karena website ini selalu memberikan hal menarik
absensi siswa php
06 November 2018 - 13:23:47 WIB
website ini memberikan segala informasi yang bagus dan bermanfaat
AwalKembali 123 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)